Perbedaan Mesin Big Bang dan Screamer pada Motor Balap MotoGP

Perbedaan Mesin Big Bang dan Screamer pada Motor Balap MotoGP

Des 12, 2023 by admin

Sekarang ini, semua motor balap MotoGP menggunakan mesin jenis big bang. Tapi, beberapa tahun lalu, sebagian pabrikan ada yang mengandalkan mesin screamer.

Dorna Sports membuat regulasi penyeragaman ECU yang diberlakukan pada musim 2016. Semua pabrikan motor, kecuali Yamaha dan Suzuki, masih menggunakan mesin screamer.

Masuk ke musim 2017, pabrikan seperti Honda dan Ducati, beralih ke mesin big bang. Sebab, dengan penyeragaman ECU tersebut, karakter motor menjadi berubah.

Baca juga: Komentar Pebalap MotoGP Usai Tes Pemakaian Radio di Helm

Tak sedikit penonton MotoGP yang belum tahu di mana letak perbedaan kedua jenis mesin tersebut. Perbedaan yang paling mendasar sebenarnya dilihat dari tipe waktu pengapian yang diterapkan pada mesin.

Electronic Control Unit (ECU) buatan Magneti Marelli untuk motor balap MotoGP(Dok. GPone.com)

Dikutip dari Boxrepsol.com, Kamis (4/5/2023), waktu pengapian di mesin screamer sangat rapat. Mesin 4-silinder ini tiap silindernya berputar setiap 180 derajat secara bergantian atau setiap setengah putaran menyala empat kali dalam setiap siklus dua putaran.

Sementara mesin big bang, ledakan di ruang bakar terjadi ketika masing-masing dua silinder bekerja silih berganti. Meskipun, sama-sama menggunakan mesin 4-silinder.

Baca juga: Daftar Sicbo Online Finis Ke-7 MotoGP Spanyol, Pedrosa Menikmati Balapan di Jerez

Kedua jenis mesin ini memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Mesin screamer memang lebih bertenaga, apalagi saat di trek lurus.

Akan tetapi, dengan terjadinya waktu pengapian yang rapat, motor menjadi lebih liar dan kerap menyebabkan ban belakang sliding.

Pebalap Spanyol, Alex Marquez (depan) mencoba motor MotoGP Honda RC213V milik kakaknya, Marc Marquez (belakang). Mereka membalap bersama rider Movistar Yamaha asal Italia, Valentino Rossi pada sesi uji coba di SIrkuit Valencia, Senin (10/11/2014).(MOTOGP.COM)

Sedangkan mesin big bang, kecepatan saat di trek lurus sedikit lebih lambat. Tapi, mesinnya lebih halus, sehingga memberikan daya cengkeram ban belakang yang lebih baik. Alhasil, kemampuan motor ini saat di tikungan juga lebih unggul.

Selain itu, feeling pebalap dengan motor dan ban juga jadi lebih peka. Keuntungan lainnya adalah membuat pebalap terasa lebih mudah mengendalikan motor.

Saat ini, semua motor balap dari semua pabrikan menggunakan mesin big bang. Tapi, yang membedakan adalah konfigurasi mesinnya. Honda, Ducati, KTM, dan Aprilia, mengandalkan mesin V4. Hanya Yamaha yang mengandalkan mesin 4-silinder segaris (Inline4)

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *