liga 1

EMTEK Group Kembali Pegang Hak Siar Liga 1

EMTEK Group Kembali Pegang Hak Siar Liga 1

Liga 1 2023/24 bakal memainkan total 314 pertandingan. Jumlah tersebut lebih banyak dibandingkan musim sebelumnya karena adanya perubahan format.

Pada Liga 1, PSSI mengubah format dengan menggunakan babak regular series dan championship series. Kompetisi sepakbola kasta teratas Tanah Air tersebut bakal dimulai 1 Juli 2023 dan berakhir 31 Mei 2024.

Babak regular series akan tetap melakoni pertandingan kandang dan tandang selama 34 pekan. Empat klub teratas di babak tersebut bakal melaju ke championship series untuk memperebutkan gelar juara dan slot Liga Champions Asia dan Piala AFC.

Promosi dan degradasi juga kembali diterapkan di Liga 1 2023/24. Pada musim lalu kebijakan tersebut dihapus karena efek domino tragedi Kanjuruhan.“Kami selalu berusaha agar kompetisi Liga 1 2023/24 bergulir lebih menarik, kompetitif, menjunjung tinggi fair play, dan bisa bersaing di level internasional. Karena itu, kami akan melakukan beberapa perubahan regulasi untuk mewujudkannya,” kata ketua umum PSSI Erick Thohir saat jumpa pers di Jakarta, Kamis (15/6).

“Kami sangat memahami bahwa kompetisi yang baik akan menghasilkan pemain timnas [Indonesia] yang berkualitas. Kami butuh dukungan dan komitmen semua pihak. Mari berikan yang terbaik buat sepakbola Indonesia,” Erick menambahkan.

Sementara direktur utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) Ferry Paulus menyatakan pihaknya bakal berusaha maksimal dalam menggulirkan Liga 1 2023/24. Ia yakin kompetisi nasional lebih berkualitas dan mampu bersaing di level internasional.

Baca Juga Artikel Terkait : https://www.mavericksystemscorp.com/

EMTEK Group Kembali Pegang Hak Siar Liga 1

“Musim baru Liga 1 akan hadir dengan sederet inovasi dalam format dan sistem yang semakin kompetitif dan seksi dalam spirit industrialisasi sepakbola nasional. Di luar itu, semua klub telah bersepakat dengan terobosan-terobosan yang sesuai dengan arahan PSSI,” ucap Ferry.

“Animo publik pun sangat luar biasa menyambutnya. Kami akan berupaya maksimal menjadikan kompetisi Liga 1 2023/24 sebagai hiburan berkelas bagi pencinta sepakbola Indonesia serta tentunya menjadi kebanggaan kita bersama,” Ferry melanjutkan.

Terkait untuk hak siar Liga 1 2023/24, PSSI dan PT LIB memastikan akan tetap bekerja sama dengan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk atau EMTEK. Perusahaan yang menaungi INDOSIAR dan Vidio tersebut bakal menyiarkan secara langsung semua pertandingan.

Direktur programming SCM, Harsiwi Achmad mengungkapkan INDOSIAR sebagai rumah sepakbola Indonesia sangat antusias menyambut bergulirnya kembali Liga 1 2023/24. Ia berterima kasih kepada PSSI dan LIB atas kerja sama yang telah berlangsung dengan baik selama ini.

Harsiwi menginformasikan komitmen INDOSIAR untuk terus mendukung kemajuan dunia sepakbola nasional. Hal ini dibuktikan lewat konsistensi menghadirkan kompetisi sepakbola kasta tertinggi di Indonesia sejak musim 2018.

“Kami yakin Liga 1 musim ini akan menjadi kompetisi yang patut ditunggu dan disaksikan karena sistem pertandingan yang baru, diberlakukannya kembali skema degradasi, serta waktu kick-off yang sudah pasti, ditambah ingar bingar serunya suporter dari berbagai penjuru daerah yang menyaksikan langsung maupun melalui layar kaca INDOSIAR,” ucap Harsiwi.

Pro Kontra Format Baru Liga 1 Mulai Musim Mendatang

Pro Kontra Format Baru Liga 1 Mulai Musim Mendatang

Adanya beberapa perubahan pada Liga 1 mulai musim depan, sudah ditetapkan melalui kesepakatan.

Liga 1 2023/24 rencananya akan digulirkan pada Juli mendatang, dengan beberapa terobosan baru yang diharapkan memberi warna berbeda pada kompetisi kasta teratas Liga Indonesia tersebut.

Adanya sistem championship, yakni mempertemukan empat tim teratas untuk memainkan laga semi-final dan final menjadi salah satu hal yang menarik dan disorot. Selain itu, ada juga penambahan kuota pemain asing.

Dalam sebuah keputusan, tentunya ada pro kontra yang terjadi. Dalam diskusi yang diadakan Seejontor FC dengan tajuk “Liga Indonesia 2023/24, Untung Rugi Format Baru Kompetisi”.

Teddy Tjahjono selaku direktur PT Persib Bandung Bermartabat menjelaskan, bahwa ketetapan format atau regulasi baru sudah didiskusikan antarklub Liga 1. Sehingga, semua punya komitmen dan keyakinan yang sama soal hal tersebut.

“Akhirnya bahwa tercetus format kompetisi yang seperti sekarang, ditambah dengan format championship dengan empat besar. Pasti secara penglihatan publik akan ada pro kontra. Pasti di luar sistem kompetisi pasti tahu akan ada kontranya,” ucap Teddy.

“Tetapi kiga juga harus melihat sisi yang lain dari adanya format ini. Bahwa dengan adanya empat besar, artinya juara belum ketahuan sampai dengan babak championship selesai. Seperti musim lalu kan pekan ke-32 sudah ketahuan [juaranya]. Kami dari mayoritas 18 klub melihat ini suatu terobosan yang menarik yang bisa membuat sepakbola sebagai industri, tapi akan mempunyai nilai-nilai yang tinggi,” sambungnya.

Hal lainnya yang membuat tim-tim Liga 1 antusias adalah, format baru diiringi dengan janji PT Liga Indonesia Baru supaya uang kontribusi untuk klub bertambah. Selain kontribusi tetap, ada juga nilai tambah dari peringkat dan rating televisi.

“Yang terbayang oleh kita dan teman-teman pasti akan ada nilai tambah tadi [pembagian subsidi komersial ke klub]. PT LIB juga menjelaskan proyeksi ke depan dengan adanya format baru ini bahwa proyeksi ke depan dengan adanya format baru ini, memang akan ada kontribusi tetap dan kontribusi variabel berdasarkan rating dan ranking,” tutur Teddy.

Acara diskusi yang didukung Bank BRI, Bank BTN, Bank BJB, PT PLN (Persero), PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) ini juga dihadiri oleh wakil ketua umum PSSI, Zainduin Amali. Mantan Menpora itu yakin bahwa dengan ditambahnya kuota pemain asing, plus adanya kuota pemain Asia Tenggara, bisa memberi nilai plus untuk Liga 1.

“Salah satu unsur penting tentang kompetisi itu kita harus atur dengan sebaik-baiknya. Mungkin saja belum memuaskan semua pihak tetapi paling tidak tahap demi tahap kita sudah mulai tata ini.

Pro Kontra Format Baru Liga 1 Mulai Musim Mendatang

“Bahkan untuk Liga 1, Pak Erick [Thohir, ketua umum PSSI] meminta satu di antara pemain asing itu dari ASEAN. Tujuannya adalah supaya sepakbola kita bisa mulai diketahui oleh lingkungan ASEAN. Apalagi momentum yang bagus 32 tahun kita menantikan SEA Games kemarin kita sudah lakukan,” imbuh dia.

“Jadi ini adalah hal-hal yang kemudian ke depan akan didorong. Supaya terjadi keadilan antara Liga 1, Liga 2, dan Liga 3. Kan biasanya hanya Liga 1, sedangkan Liga 2 dan Liga 3 tidak mendapatkan perhatian. Nah, oleh Pak Erick ini diberi porsi yang seimbang dan termasuk mendapatkan hak siar, dan mendapatkan siaran yang baik sehingga semuanya bisa,” tutupnya.

SeeJontor juga turut menghadirkan pengamat, yakni Yusuf Kurniawan, yang berharap adanya pembagian wilayah dalam kompetisi Liga 1. Menurutnya, format seperti itu akan lebih ‘aman’ untuk klub dari segi finansial, namun tidak mengubah nilai kompetitif.

“Kalau kompetisi ini dibagi dengan wilayah maka mereka bisa cut cost untuk traveling, konsumsi, banyak yang mereka bisa cut. Buat tv juga senang karena piramidanya juga jalan kanan-kiri, sampai ke puncaknya benar-benar klimaks,” kata sosok yang akrab disapa Bung YuKe itu.

“Kita lihat dulu Liga 1 pakai wilayah itu kan seru. Babak 8-besar baru lah digelar di Senayan. Saya kira banyak elemen yang diuntungkan dan lebih diuntungkan dengan format itu,” sambungnya.

Sementara itu, Gede Widiade yang mewakili klub Liga 2 Persiba Balikpapan, hanya berharap kompetisi kasta kedua juga mendapat perhatian yang sama dengan Liga 1.

Sosok yang pernah merasakan manisnya juara Liga 1 2018 bersama Persija Jakarta itu menggantungkan harap pada Erick Thohir, supaya bisa membuat Liga 2 tak kalah seru dan sehat untuk klub.

“Kalau kita ngomong Liga 1 enak, enak semua. Waktu saya di Liga 1 ngomong apa saja enak. Memang Liga 2 ini pelengkap, jadi kalau tokoh utamanya Liga 1, Liga 2 ini figuran, dan itu yang tidak disadari oleh teman-teman di federasi [PSSI],” ucap Gede.

“Sekarang mau di model apa pun, tadi dengan model sistem kompetisi yang mau diubah apapun. Jadwalnya diperpanjang, jumlah pertandingannya diperpanjang, bagi Liga 1 manis, bagi PSSI manis, bagi pasar manis semua. Tapi bagi Liga 2, diperpanjang ngos-ngosan mati di tengah jalan.

“Saya sangat berharap bahwa ke depan ini pasti bagus. Jadi di eranya Pak Erick Thohir yang potensi bisnisnya bagus, ada kompetisi lagi yang lebih liar lagi [Liga 2],” tutupnya.

Baca Juga Seputar Bola : Mavericksystemscorp.com